news
Gebyar Panen Bertani Musim Tanam Kedua Subang: Bukti Nyata Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani
05 Dec 2025Subang, 27 November 2025 – Semangat dan kegembiraan terpancar jelas di Lapangan Balai Desa Mekarjaya, Kecamatan Compreng, Subang, Jawa Barat, saat diselenggarakannya acara puncak Gebyar Panen Bertani (GPB) Musim Tanam ke 2. Kegiatan yang diinisiasi oleh Edufarmers melalui program Bertani ini menjadi ajang penting untuk menunjukkan hasil produktivitas panen terbaik dari para kelompok tani binaan, sekaligus menjadi wadah pembelajaran berkelanjutan dalam praktik pertanian yang baik dan efisien.
GPB Musim Tanam Kedua ini merupakan kelanjutan dari masa tanam yang dimulai sejak Juli dan panen pada Oktober. Acara ini adalah puncak dari Sentra Bertani Competition (SBC), sebuah kompetisi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani dengan menekan biaya pengeluaran seminimal mungkin.
Sebanyak 6 kelompok tani terbaik yang berhasil masuk babak final berkesempatan mempresentasikan proses tanam hingga panen yang mereka jalani di panggung utama. Mereka berbagi strategi dan praktik lapangan yang terbukti menghasilkan panen optimal dengan menerapkan pertanian berkelanjutan, tepat guna, dan efisien.
Kepala Desa Mekarjaya, Bapak Dastari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Edufarmers dan Bertani. "Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena di dalamnya memberikan pengetahuan, pengalaman, serta ilmu untuk berorganisasi maupun berkelompok," ujarnya. Beliau juga menekankan bahwa teknologi akan segera masuk ke sektor pertanian, dan petani harus siap belajar, berlomba, dan bersaing secara sehat.
Pak Makhrufi dari kelompok SB 9 – Desa Kalensari, peraih Juara 1, membagikan kisah inspiratif tentang kegagalan di musim pertama yang berbuah manis. Kunci utamanya adalah pengamatan pertanian yang intensif setiap hari dan penggunaan produk pertanian yang tepat dosis, seperti yang dianjurkan.
"Triknya yang pertama kita ikuti saja arahan dari team Bertani selama kompetisi ini dan juga lebih rutin lagi untuk melakukan pengamatan kondisi tanaman, hama dan penyakit di lahan, lebih harus bagus lagi itu dilakukan setiap hari," kata Pak Makhrufi.
Beliau juga memuji peran pendamping lapangan (FF) dari Bertani, seperti Kang Arvan dan Kang Yogi, yang ilmunya sangat diserap oleh petani dan selalu siap berbagi pengalaman mulai dari pengukuran kadar tanah hingga proses tanam.
Hadi, Head of Agri Solutions Edufarmers, menegaskan bahwa tujuan GPB adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Acara ini dibuat sepenuhnya untuk kepentingan petani, dengan harapan dapat menjadi wadah pertukaran informasi. “Kami menyampaikan pengetahuan yang kami miliki, yang mungkin belum diketahui petani, dan sebaliknya kami juga belajar dari pengalaman mereka.” Hal ini dilakukan bersama sponsor utama acara GPB, yaitu BBB, yang menyediakan produk pertanian berbahan generik dan efisien.
Acara GPB Subang Musim Kedua ini tidak hanya menjadi perayaan panen, tetapi juga momentum untuk menguatkan komitmen bersama dalam menerapkan praktik pertanian terbaik yang berdampak langsung pada peningkatan penghasilan dan kesejahteraan para petani. Hal ini sejalan dengan harapan Pak Makhrufi agar petani terus semangat menanam padi, karena banyak berkah, manfaat, dan pahala di dalamnya.
Selain presentasi pemenang, acara GPB juga menghadirkan booth AI agronomi Pak Dayat dalam mengatasi permasalahan di lapangan melalui aplikasi pesan WhatsApp, baik berupa pesan suara, tulisan, video, maupun foto. Pak Dayat turut menjadi salah satu alat yang dimanfaatkan petani dalam ajang kompetisi ini.
Pada sesi uji coba yang dipandu oleh Tim Bertani, para petani menunjukkan antusiasme tinggi untuk mencoba mengirimkan pesan tentang masalah yang ada di lahan mereka. Kehadiran teknologi ini menunjukkan bahwa masa depan pertanian akan semakin didukung oleh kemudahan akses informasi dan solusi praktis.


